Pages

Kamis, 24 April 2014



Nama : Lintang Marlina Dewanti
Kelas : 4 Kimia 3
NIS : 7140

PENGAWET ALAMI BUNGA CENGKEH



Cengkih merupakan pengawet alami yang dihasilkan dari bunga tanaman cengkih. Selain sebagai pengawet, cengkih juga berfungsi sebagai penambah aroma. Bagi masyarakat Indonesia, cengkeh merupakan salah satu bumbu rempah yang biasa digunakan di dapur. Namun, sebenarnya masih banyak manfaat dibalik tampilan sederhana cengkeh. Apa saja yang mampu dilakukan cengkeh yang kemudian disebut sebagai rempah super oleh para peneliti?
Cengkeh kini diyakini sebagai rempah-rempah super karena dianggap memiliki kandungan antioksidan alami yang tinggi. Demikian diungkap peneliti asal Spanyol. Kandungan senyawa phenolic merupakan kunci dari tingginya antioksidan pada cengkeh.
Antioksidan sangat penting untuk menjaga makanan tetap segar dan penemuan itu dapat berimplikasi luas terhadap industri makanan sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian itu disebut sebagai salah satu alasan positif untuk mendorong semakin banyaknya produk alami seperti cengkeh yang dapat digunakan untuk mengganti antioksidan sintetis yang banyak digunakan pabrikan untuk pengawet makanan.
Profesor Fernandez Lopez mengatakan, hasil penelitian itu menunjukkan kandungan oksidan alami dalam rempah-rempah yang biasa digunakan dalam diet Mediterania, merupakan salah satu pilihan utuk industri makanan selama karakteristik dari makanan tak terpengaruh. “Cengkeh terbukti mengandung antioksidan tinggi dan dapat bermanfaat bagi kesehatan,” ujar Lopez. Para peneliti juga sekaligus meneliti efek antioksidan dalam beberapa minyak serta rempah lain yang biasa digunakan dalam pola makan Mediternaia seperti oregano, daun thyme, rosemary dan sage.
Para peneliti berusaha menemukan rempah terbaik yang dapat digunakan untuk produk makanan terutama daging, sebagai antioksidan alami. Lopez menemukan, antioksidan bisa mengawetkan makanan agar tetap segar karena menunda prosis oksidasi. “Proses oksidasi merupakan salah satu alasan dari pembusukan makanan dan menyebabkan menurunkan kandungan nutrisi sekaligus rasa,” ujarnya.
Alternatif tersebut, lanjut Lopez, diharapkan dapat mengurangi penggunaan antioksidan sintetis pada industri makanan serta memperpanjang usia konsumsi produk makanan. Dia menambahkan, adanya rencana untuk menanam produk cengkeh sebagai antioksidan alami yang dapat digunakan untuk mengganti antioksidan sintentis.
Orang awampun saat ini sudah tahu apa itu "antioksidan". Antioksidan yang terkandung di dalam berbagai makanan membantu kita untuk mencegah berbagai penyakit bagi orang yang sadar akan kesehatan. Banyak bahan alami seperti buah-buahan, sayu mayur, minuman mengandung antioksidan, dan banyak orang cenderung makin banyak mengkonsumsinya untuk menjauhkan diri dari penyakit. Para peneliti Spanyol melalui penelitiannya, telah menemukan bahwa terdapat kandungan antioksidan yang tinggi di dalan cengkeh, yang selama ini hanya dikenal sebagai bagian dari bumbu masak. Penemuan para peneliti Spanyol ini akan membuat perbedaan besar akan kegunaan cengkeh selama ini menjadi bahan untuk kehidupan.
Secara konvesional, cengkeh hanya dipergunakan sebagai bahan pengawet makanan. Tetapi sekerang, seperti yang dipercayai para peneliti tersebut, cngkeh memiliki kegunaan yang lebih luas. Menurut Profesor Juana Fernandez-Lopez dari Universitas Miguel Hernandez Spanyol, cengkeh memiliki kemampuan dalam penyerapan Hidrogen, mengurangi peroksidasi lemak, dan mengurangi zat besi. Dengan demikian, hal ini memungkinan, cengkeh dapat menjadi pilihan bagi pabrik makanan yang saat ini menggunakan antioksidan sintetis. Kandungan fenolic kompleks yang tinggi di dalam cengkeh adalah zat yang bertanggungjawab menjadi bahan antioksidan tersebut, kata sang Profesor.



Ternyata ada lagi catatan tentang cengkih yang lebih tua. Di Siria, Timur Tengah, sebuah penggalian arkeologis menemukan guci berisi bunga cengkih kering. Dalam guci tersebut ada iskripsi angka 1721 SM, yang menunjukkan tahun diperolehnya bunga cengkih tersebut. Berarti, bunga cengkih dari Maluku ini, secara estafet, sudah melanglangbuana lebih awal, dan lebih jauh lagi. Penemuan arkeologis ini, kemudian juga dikuatkan oleh hasil penelitian mikroskopis, bahwa bunga cengkih merupakan salah satu unsur rempah-rempah, yang digunakan untuk mengawetkan mumi para firaun di Mesir Kuno, pada periode sekitar 2000 tahun SM. Jadi, cengkih sudah merupakan komoditas sangat penting sejak tahun 2000 SM.

Komoditas bunga cengkih tetap menduduki peringkat harga tertinggi dibanding komoditas rempah lain, sampai dengan diketemukannya freezer (mesin pendingin), pada tahun 1748, oleh William Cullen (1710 –1790). Cullen seorang ahli fisika, kimia, dan pertanian dari Skotlandia, Inggris. Sebelum ada freezer, tiap musim gugur masyarakat Eropa harus memotong sapi dan domba jantan mereka, agar tidak menghabiskan cadangan jerami dan rumput kering selama musin dingin. Setelah dipotong dan dikuliti, karkas itu harus disimpan di ruang tertutup, agar tidak dimakan binatang buas. Supaya tetap segar sampai musim semi nanti, daging itu harus dilumuri serbuk bunga cengkih. Ketika itu nilai cengkih sedemikian tingginya, hingga 1 kg, setara dengan 7 gram emas.
Sebagai komoditas penting, manfaat ada dua. Pertama untuk bumbu (makanan dan minuman), kedua untuk industri farmasi. Pada zaman Mesir Kuno, cengkih digunakan sebagai pengawet mumi para firaun, bersama dengan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum, dan Cinnamomum burmannii), karena dua jenis rempah ini memiliki kemampuan anti bakteri dan fungi paling tinggi dibanding bahan rempah lainnya. Zat utama yang terkandung dalam cengkih, dan berkhasiat sebagai anti bakteri serta fungi adalah acetyl eugenol. Selain itu cengkih masih mengandung beta-caryophyllene, vanillin, crategolic acid, tannins, gallotannic acid, methyl salicylate (painkiller), eugenin, kaempferol, rhamnetin, eugenitin, triterpenoids dan beberapa zat sesquiterpenes.
Sampai dengan tahun 1770, cengkih menjadi komoditas yang istimewa, bukan hanya karena khasiatnya, melainkan juga karena ketersediaannya. Habitat asli cengkih hanyalah kepulauan Maluku Utara, yakni Bacan, Makian, Moti, Ternate, dan Tidore). Anehnya, cengkih tidak tumbuh di pulau-pulau besar di Maluku Utara seperti Kepulauan Sula, Pulau Obi, Halmahera, dan Morotai. Hingga habitat asli tanaman cengkih memang sangat sempit. Bangsa Portugis, dan kemudian Belanda, yang menguasai Maluku, menjaga sangat ketat, agar buah (biji) cengkih tidak sampai lolos keluar. Akan tetapi tahun 1770, seorang ilmuwan Perancis berhasil menyelundupkan beberapa biji cengkih ke Mauritius.
Sejak itulah cengkih berkembang pesat di Madagaskar, Zanzibar, Brasil, Guyana, dan Kepulauan Karibia. Di Zanzibar, cengkih bermutasi menjadi lebih subur, dan lebih produktif, hingga menjadi varietas baru, yakni varietas Zanzibar, yang jauh lebih unggul dari cengkih di habitat aslinya, di Maluku Utara. Harga cengkih langsung anjlok drastis. Pas bersamaan dengan menyebarnya cengkih ke kawasan tropis di seluruh dunia, freezer juga diproduksi massal, hingga masyarakat Eropa, China, Jepang, dan kemudian juga Amerika, tidak perlu lagi memborong cengkih untuk melumuri daging sapi dan domba pada musim dingin. Belakangan di Indonesia, diketemukan inovasi membubuhkan cengkih pada rokok, yang disebut keretek. (F. Rahardi)

Sumber : http://aeryajanatiti.blogspot.com/2013/04/pengawet-alami-bunga-cengkeh.html

Senin, 24 Februari 2014

industri rumah tangga



 Nama : Lintang Marlina Dewanti
 Kelas : 4 Kimia Analis 3
 NIS : 7140





Usaha shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda (Family Musaceae) sebagai shampoo pencegah rambut rontok sangat berpotensi untuk masyarakat di Indonesia. Bahan baku utama pembuatan shampoo ini  adalah tangkai kulit pisang kepok muda (Family Musaceae) yang sangat mudah didapat di Indonesia. Harga tangkai kulit pisang kepok muda sangat murah, bahkan bisa diperoleh secara cuma-cuma sehingga usaha ini akan menghasilkan profit yang sangat menjanjikan.

Pembuatan shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda ini sangat mudah.  Langkah-langkah pembuatan shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda sebagai berikut.
  1. Tangkai kulit pisang kepok muda (Family Musaceae) dibakar sampai hangus dan kemudian di selip hingga abunya menjadi lembut.
  2. Abu tangkai kulit pisang kepok muda (Family Musaceae) tadi direndam dalam air selama dua hari.
  3. Abu tersebut disaring hingga didapatkan cairan hitam berlendir.
  4. Kemudian ditambahkan bibit minyak wangi untuk menghilangkan bau kurang sedap.
  5. Cairan tersebut ditimbang sesuai dengan ukuran kemudian diaduk dan dimasukkan ke dalam botol shampoo.
  6. Produk siap untuk dipasarkan.

Adapun pemasaran shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda dilakukan sebagai berikut.
1. Perencanaan pemasaran yaitu dengan memilih pasar sasaran yang dituju, strategi yang digunakan, dan kemudian menganalisis peluang pasar.
2. Menentukan harga shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda.
3. Mendistribusikan shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda melalui pedagang besar, agen, dan pengecer.
4. Mempromosikan produk melalui promosi pribadi dan periklanan, seperti penyebaran pamflet dan memperkenalkan shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda ke toko-toko di Indonesia.
5. Evaluasi dan pengawasan pemasaran shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda.

Desain packaging :

 Analisis Ekonomi
1.  Perkiraan biaya shampoo dari tangkai kulit pisang kepok muda
Biaya variabel (Variable Cost) untuk 1.500 Produk Shampoo
Beban bahan baku                                           Rp    200.000,00
Beban perlengkapan                                       Rp 2.150.000,00
Beban transportasi                                          Rp    500.000,00
Beban pemasaran                                           Rp    400.000,00
Beban listrik dan air                                        Rp    200.000,00
Beban telepon                                                             Rp    200.000,00
Beban gaji pegawai                                         Rp 1.000.000,00
Jumlah biaya variabel                                      Rp     4.650.000,00
Biaya tetap (Fixed Cost) untuk 1.500 Produk Shampoo
Beban penyusutan peralatan 4 x @ Rp 112.500,00    Rp        450.000,00
Biaya total (Total Cost)                                              Rp     5.100.000,00


2.  Biaya Rata-Rata Per Unit (Average Cost)
  Biaya rata-rata per unit (AC) = Biaya variabel + Biaya Tetap
         Unit
        = Biaya Total (Total Cost)
     Unit
        = Rp 5.100.000,00
        1500
         = Rp 3.400,00

Keterangan:
Diasumsikan peralatan pendukung memiliki umur ekonomis selama satu tahun, dengan menggunakan metode garis lurus dan diperkirakan nilai residu peralatan atau nilai sisanya adalah Rp 0,00
Maka penyusutan peralatan tiap bulan = Peralatan-Nilai Residu
 Umur Ekonomis
  = Rp 1.350.000,00 – Rp 0,00
  12
  = Rp 112.500,00

3.  Perkiraan Penjualan
Bulan ke
I
II
III
IV
Produksi (unit)
250
350
450
450
Modal kerja untuk 4 bulan pertama 1.500 x @Rp 3.400,00        Rp 5.100.000,00
Penjualan (unit)
163
245
338
360
Penjualan selama 4 bulan pertama 1.106 x @Rp 6.000,00          Rp 6.636.000,00
Laba usaha selama 4 bulan pertama                                             Rp 1.536.000,00

Keterangan:
a.  Harga tiap shampoo yang dijual adalah Rp 6.000,00 per botol.
b.  Satu botol berisi shampoo 100 ml.
c.  Perkiraan penjualan pada bulan pertama 65% dan selanjutnya meningkat 5% tiap bulan.
d.  Diperkirakan pada produksi bulan berikutnya akan memperoleh keuntungan yang lebih karena sudah memiliki langganan (konsumen tetap) dan tidak membutuhkan biaya pembelian peralatan sampai 7 bulan berikutnya.

4.  Proyeksi Cash Flow (dalam Ribuan Rupiah)
Bulan ke
I
II
III
IV
Kas awal
Persediaan barang dagang
Perlengkapan
Pemasaran dibayar dimuka
Peralatan
Akum. Peny. Peralatan
HPP
Penjualan
Beban perlengkapan
Beban bahan baku
Beban peny. Peralatan
Beban transportasi
Beban pemasaran
Beban listrik dan air
Beban telepon
Beban gaji pekerja
6.000
850

 2.150
 400

 1.350
112,5
554,2
978
358,33
 33,33
 112,5
125
100
 50
 50
250
1.719,67
1.485,8

1.791,67
300

1.350
225
833
1.470
501,67
46,67
112,5
125
100
50
50
250
1.478
2.182,8

1.290
200

1.350
337,5
1.149,2
2.028
645
60
112,5
125
100
50
50
250
1.441
2.563,6

645
100

1.350
450
1.224
2.160
645
60
112,5
125
100
50
50
250
Saldo kas
1.719,67
1.478
1.441
1.536

Senin, 30 Desember 2013

Tugas KKPI

Nama : Lintang Marlina Dewanti
Kelas : 4 Kimia Analis 3
NIS : 7140







1.  Komoditas PT Paragon Technology and Innovation
PT Paragon Technology and Innovation adalah perusahaan dengan komoditas kosmetik halal. Dari bahan baku sampai ke tahap pengolahan dijaga agar tetap halal.
Produk kosmetik kecantikan PT Paragon Technology and Innovation seperti :
      a) kosmetik dekotatif (rias), ex: bedak dan alasnya, lipstik, eyeshadow dll
      b) kosmetik wangi-wangian,ex : parfum dll
      c) toiletries, ex : shampo, deodoran, hair spray dll
      d) skin care,ex : pelembab, pembersih dll


2.  Penanganan Quality Control Perusahaan tempat PI
Penanganan Quality Qontrol di PT Paragon Technology & Innovation ini dilakukan terhadap Pengendalian & Pengawasan mutu mulai dari bahan baku sampai bahan pengemasan.
Pengawasan mutu terhadap bahan baku, dilakukan ketika bahan datang dengan mensemplingnya untuk diuji kesesuaian jenis bahan apakah sesuai dengan formula yang tertera pada batch record atau belum, pengawasan ini dilakukan ketika bahan ditimbang. Dan ketika proses produksi berlangsung pun tetap dilakukan pengawasan mutu dengan mengecek kesesuaian prosedur kerja & parameter fisik produk yang meliputi warna, bau dan pH.
Untuk setiap batch produksi, dilakukan pengambilan sampel yang dicek stabilitasnya secara berkala setiap hari untuk mnggu pertama, kemudian setiap minggu selama 1 bulan, setiap bulan selama 1 tahun dan setiap 1 tahun sekali selama 3 tahun. Pengambilan sampel juga dilakukan pada produk jadi per batch untuk retaining sample yang berfungsi sebagai kontrol produk terhadap produk yang beredar di pasaran bila dikemudian hari terdapat pengaduan kerusakan produk dari konsumen.


3.  Penanganan limbah perusahaan tempat PI
Limbah yang dihasilkan PT Paragon Technology and Innovation terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
a.  Limbah Domestik
Contoh limbah domestik yang dihasilkan PT Paragon Technology and Innovation adalah karton, plastik, drum bekas dan sampah harian. Untuk limbah karton, plastik, dan drum bekas penanganannya adalah dengan cara dijual ke pengepul seminggu sekali. Sedangkan untuk limbah seperti sampah harian dijual ke pengeul setiap hari.
b. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Limbah B3 meliputi seluruh produk setengah jadi yang tidak memenuhi syarat (rejected), produk setengah jadi kadaluarsa, dan bahan bahan yang terkontaminasi atau kadaluarsa. Untuk penangan limbah B3 ini, PT Paragon Technology and innovation menggunakan jasa pihak ke tiga yaitu PT Wastec Internasional. Penanganan limbah B3 dilakukan selama 3 bulan sekali.
c. Produk
Limbah produk meliputi produk jadi yang returan ataupun produk jadi kadaluarsa. Penanganan limbah ini dilakukan jika sudah memenuhi kuota tertentu dengan menggunakan jasa pihak ketiga yaitu PT Holcim.


4. Standard HRD di PT Paragon Technology and Innovation
- Pria/wanita
- Pendidikan minimal SMK/SMA
- Tegas dan bertanggung jawab
- Menguasai Ms.Word & Ms.Excel
- Siap diposisikan di Aceh, Bali, Bangka, Banjarmasin, Batam, Gorontalo, Jambi, Lampung, Lombok, Manado, Makassar, Medan, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Bandung, Purwokerto, Semarang, Serang, Solo, Surabaya, Tangerang, Yogyakarta.
- Untuk yang bersedia ditempatkan diluar kota akan diberikan : Mess, Tunjangan, Fasilitas PP ke kota asal dll.


5.  Produk Hasil Olahan dan Sasaran Pemasaran
Produk hasil olah dan sasaran pemakai produk dari PT Paragon Technology and Innovation : Produk Putri, Wardah, Make Over, Vivre, IX, dll. Dan sasaran pemakaiannya telah merambah didaerah lokal dan telah mencapai pasar Internasional.


6.  System Pemasaran Produk atau jasa Perusahaan tempat PI
Sebelumnya sistem pemasaran PT Paragon Technology and Innovation adalah melalui sistem MLM (Multi Level Marketing) sedangkan pada saat ini PT Paragon Technology and Innovation memiliki sistem distribusi sendiri melalui distribution center yang tersebar di berbagai daerah.

 

Blogger news

About